Bupati Cianjur Imbau Warga untuk Tak Perbaiki Rumah Sebelum Ada Asesmen

Krisna | Nasional | 29-11-2022

Bupati Cianjur Imbau Warga untuk Tidak Perbaiki Rumah Sebelum Ada Asesmen (Foto: Parboaboa/Rendi Ilhami)

PARBOABOA, Jakarta - Bupati Kabupaten Cianjur, Herman Suherman meminta warga yang rumahnya rusak imbas gempa tidak melakukan perbaikan terlebih dahulu sebelum dilakukan asesmen.

"Mohon jangan dulu diperbaiki apabila belum diassemen oleh tim kecuali tim sudah mengassemen silahkan perbaiki," kata dia dalam Konferensi Pers Update Penanganan Gempa Kabupaten Cianjur, Senin (28/11/2022).

Merujuk surat Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) warga diperbolehkan kembali ke rumah yang tak mempunyai kerusakan struktur atau rusak ringan.

Hal itu disampaikan Herman, bahwa tim verifikasi masih terus melakukan pendataan pada warga.

"Hari kemaren 3500 sudah terverifikasi sekarang mudah-mudahan bisa lebih menambah dan direncanakan dalam waktu 5-6 hari verifikasi bisa terselesaikan," tutur dia.

"Sehingga nanti dari verifikasi akan keluar mana yang kategori rusak berat mana yang katagori rusak sedang, mana yang kategori rusak ringan," terang Herman.

Hingga Senin (28/11/2022) pukul 17.00 WIB, korban meninggal dunia menjadi 323 jiwa sehingga data warga yang dinyatakan hilang menjadi 9 orang.

Adapu kerusakan infastruktur tercatat 26.237 rumah rusak berat, lalu 14.196 rumah rusak sedang dan 22.786 rumah rusak ringan.

Diketahui, infastruktur lain yang mengalami kerusakan yakni 417 sekolah, 170 tempat ibadah, 14 fasilitas kesehatan dan 17 gedung perkantoran.

Berdasarkan data  titik pengungsian terbagi yang dapat dihimpun BNPB, KemenPPA, dan UNFPA hingga saat ini tercatat sebanyak 449 titik dengan total jumlah pengungsian sebanyak 100.330 jiwa.

Tag : #rumah rusak    #bupati cianjur    #nasional    #gempa cianjur    #bnpb   

Baca Juga